Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

DAFTAR ISI

Written By Ady Kuswantoro on Sabtu, 25 Oktober 2014 | 17.07

KESAN!



SMA Negeri 1 Geger... Hanya dengan mengucap namanya saja sudah membuat bangga. Sudah tiga tahun saya bersekolah menuntut ilmu di sini. Bersama teman-teman, guru-guru dan semua keluarga besar SMAGER. Rasanya haru untuk meninggalkan sekolah tercinta ini. Tapi inilah jalan yang mesti ditempuh oleh semua kawan-kawan seperjuangan. Tiga tahun kita menjadi dekat, tiga tahun kita menjadi satu keluarga yang saling membutuhkan dan dengan tiga tahun yang terasa begitu cepat ini kita harus berpisah untuk meraih dan mewujudkan impian dan cita-cita kita. 

Di SMAGER kami dibimbing, dibekali imtaq dan iptek yang luarbiasa bermanfaat bagi kehidupan kami. Tanpa Bapak dan Ibu guru, kami bukan apa-apa. Tanpa kasih dan kesabaran yang tulus dari Bapak dan Ibu guru, kami bukanlah siapa-siapa. 

Banyak ilmu yang kami peroleh di sini. Banyak pelajaran hidup yang mulai kami pahami. Kesabaran, keikhlasan, ketabahan, perjuangan, kejujuran, dan kerja keras. 
Teman-teman sudah layaknya seperti saudara sendiri, Bapak dan Ibu guru sudah seperti orang tua kami. Semua warga SMAGER adalah keluarga. Saya sungguh bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar SMAGER. Terimakasih untuk Bapak dan Ibu guru atas segalanya. Untuk kawan-kawanku yang tercinta, selamat memperjuangkan impian dan semoga kita bisa berjumpa kembali dengan kesuksesan masing-masing.

SMAGER, RUMAH KEDUAKU


Bicara tentang pendidikan, bicara tentang sekolah. Hmmm, sekolah seperti apa sih yang kalian dambakan?
 Adanya guru yang baik?   
Ya, bukan guru yang menceritakan kehidupan sehari-hari dan menelantarkan pelajaran. 
Fasilitas yang memadai?
Ya,bukan fasilitas yang kurang baik yang dapat menghambat kemajuan pendidikan.  
Lingkungan sekolah yang bersih dan asri?  
Ya, bukan lingkungan yang dikelilingi banyak sampah.  
 Pelajaran yang tidak membosankan? 
Ya, bukan pelajaran yang semuanya harus dikuasai tanpa memikirkan bakat dan minat.  

Tapi, apakah kalian tahu kalau pendidikan di Indonesia menurut survey yang telah dilakukan kini berada di peringkat 110 dari 180 negara di dunia? Lalu, apakah kalian masih pantas untuk terus menuntut tanpa membantu demi adanya perubahan? Dan, apakah kalian masih bisa bangga dengan hasil survey tersebut? Sebenarnya, apa sih makna pendidikan yang sesungguhnya di mata kalian?
Pelajar bicara tentang pendidikan, menurut saya pendidikan adalah salah satu cara memajukan bangsa dan menghapus kebodohan tetapi di zaman yang serba modern ini, pendidikan justru menjadi ajang bisnis untuk meraup keuntungan dengan cara-cara tertentu, benarkah? miris memang :-(

Sekolah gratis, misalnya. Ya, janji manis yang dilontarkan pemerintah kita yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan. Apakah sekolah gratis memang hanya sekedar janji manis saja? Atau hanya sekedar bunga tidur bagi mereka masyarakat menengah kebawah untuk bisa merasakan bangku sekolah tanpa memikirkan kesulitan biaya?
Sekolahku, rumahku. Itu yang seharusnya terjadi. Karna kalau dipikir-pikir, anak sekolah seperti saya lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Masuk pukul 06:30 dan pulang pukul 14:30. Jadi kalau ada yang bilang sekolah adalah rumah kedua, menurut saya itu benar. Namun, jangankan untuk kalangan anak putus sekolah yang tidak dapat merasakan rumah kedua ini, anak yang dapat bersekolah seperti biasa saja belum tentu dapat merasakan kenyamanan di rumah kedua ini. Lho, kenapa begitu ya? Bukankah mereka tidak memikirkan kesulitan biaya?

Kalian sebagai pelajar atau mantan pelajar pasti pernah dong mengalami suka dukanya duduk di bangku sekolah. Guru, guru merupakan variabel penentu yang membuat suatu sekolah bermutu. Guru adalah pahlawan tanpa tanda saja, tanpa pamrih. Kalau, gurunya killer???
Tidak sedikit pelajar yang mempunyai masalah dengan gurunya di sekolah, mungkin juga itulah salah satu faktor yang membuat pelajar tidak dapat merasakan kenyamanan di rumah keduanya. Dan faktor ini harus segera diubah demi tercapainya kenyamanan di rumah kedua. Nggak ada guru killer selama guru tersebut masih bertindak wajar, guys. Lagi pula segalak-galaknya guru pasti mereka juga punya hati kok. Sekeras-kerasnya batu pasti bisa hancur kalau terkena air terus-menerus, begitu juga hati seorang manusia. Berpikir positif dan coba sukai pelajarannya, jangan takut salah jika kalian memang benar. Dan sopan santun itu perlu lho guys, bukan cuma kepada guru yang kalian sukai. Dengan itu, saya yakinrumah kedua ini akan jadi tempat yang nyaman untuk kalian, karna apa pun alasannya guru adalah orang tua kita disekolah.

Fasilitas dan lingkungan sekolah, penunjang kenyamanan. Ya benar dong, kalau sekolahnya ketinggalan zaman, apa nikmatnya? Fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan harus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.Teknologi yang canggih saat ini harus bisa digunakan sebaik dan seoptimal mungkin. Dan lingkungan sekolah yang asri dan bersih merupakan tanggung jawab semua warga sekolah. Mewujudkan sekolah adiwiyata bukan hanya mimpi kalau kita bertindak sejak dini. Mata pelajaran di sekolah yang monoton dan itu-itu saja dapat membuat pelajar menjadi bosan, terlebih karna pelajar selalu saja dituntut untuk dapat menguasai semua pelajaran yang disampaikan tanpa memperhatikan bakat dan minat pelajar tersebut. Sifat remaja yang mudah bosan dan butuh hal baru harus diperhatikan, penyampaian materi pelajaran yang jadul harus diubah sejak sekarang. Dengan menggunakan media yang dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, warna dan gerakan dapat membantu guru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Serta pemberian pekerjaan rumah (PR) dengan jumlah soal yang banyak dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda tidak sebanding dengan jangka waktu yang diberikan, juga harus diperhatikan karna kalau tidak kenyamanan pelajar akan berada di rumah keduanya akan terganggu. Bisa saja pelajar menjadi takut masuk sekolah karna belum mengerjakan PR atau bisa saja pelajar malah mengambil jalan pintas (mencontek) untuk dapat mengerjakan PR tersebut.

Sama seperti pelajar lainnya, harapan saya untuk pendidikan Indonesia ke depan agar lebih maju adalah dambaan semua pelajar. Dan dengan memperhatikan hal-hal seperti diatas saya yakin peringkat pendidikan di Indonesia di mata dunia akan jauh meningkat lebih tinggi. Bukan menuntut, namun kita bertindak bersama. Sebagai pelajar, lulus adalah impian saya. Membahagiakan orang tua adalah tujuan saya. Saya yakin apabila pendidikan Indonesia bergerak lebih maju dan lebih baik ke depannya, kegagalan dalam pelakasanaan Ujian Nasional tidak akan lagi terulang sehingga saya dan pelajar seluruh Indonesia dapat lulus penuh dengan harapan bukan keputus asaan. 


tak semanis dulu

Penyesalan selalu datang belakangan, ada rasa kesal dalam diri. andai saja dulu tak meremehkan mungkin dia masih ada, tapi, apalah daya.

Mungkin kita harus mengingat kembali, bahwasanya semua hanyalah titipan belaka, semua datang dan pergi tanpa kita prediksi.

Akhir kata..
terima kasih sudah menghiasi senyum ini.
karena senyumku tak semanis dulu lagi saat kau pergi. (17-oct-14)

RUMAH


Aku abis belajar!! Bukan matematika tapi, aku ga pinter kalo matematika. Kamu tau ga aku abis belajar apa? Aku abis belajar ngerelain. Beneran, ini tuh relanya yang level emang beneran rela, bukannya basa-basi bilang rela karna udah nyerah. Bukan.

Dengan merelakan kamu, ngelepas kamu, aku jadi bisa liat kamu terbang bebas, aku bisa liat kamu berkembang, dan aku baru sadar, aku seneng liat kamu seseneng itu, selama ini aku egois ternyata, aku kirain yang bisa bikin kamu seneng aku doang, ternyata ada banyak hal diluar sana yang ga aku tahu.

Cuy, kamu tau banget kan gimana sayangnya aku sama kamu? Akupun tau, kamu sayang sama aku. Tapi kita juga sama-sama tau, kita ga bisa barengan. Pada akhirnya kita hanya menghibur diri, mensugest pikiran kita bahwa masih banyak pilihan yang bisa dipilih selain kita harus bersama.

Kita harusnya bersama, tidak bersama adalah pilihan terakhir.

Terus sekarang aku harus apa? Gatau. Aku gatau. Yang aku tau, aku adalah rumah, sejauh apapun kamu pergi, suatu saat kamu akan pulang, kamu pasti pulang.

Aku nungguin kamu, cuy.

Datang dan Pergi

Aku ga pernah takut kamu pergi, sebagaimana aku ga pernah takut kamu datang.
Aku gatau segitu bahagianya pas kamu datang, dan aku gatau sebegitu sedihnya aku ditinggal pergi kamu.
Kamu datang begitu terlambat, dan pergi begitu cepat.

Kamu datang membawa sedikit harapan, dan kemudian pergi merampas lebih banyak.
Aku menunggu kembalinya kamu yang tidak datang lagi setelah pergi.
Aku gatau.
Aku gatau cara nahan kamu pergi itu gimana, yang jelas saat kamu datang dan kembali, aku selalu punya cara untuk bahagiain kamu, aku selalu punya.


post pertama gw

ini post pertama ku ^-^ happy reading~

AREA GALAU

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. DYZONE - All Rights Reserved
Template Created by Ady Kuswantoro Published by DYZONE
Proudly powered by Blogger